
FGD IDENTIFIKASI STANDAR INSTRUMEN PERTANIAN TANAMAN PANGAN KOMODITAS PADI DI TRENGGALEK
Trenggalek, 11 Desember 2024 - Bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, telah dilaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait hasil identifikasi standar instrumen pertanian (SIP) Tanaman Pangan Komoditas Padi. Acara ini diinisiasi oleh BSIP Jawa Timur dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti petani, kelompok tani, pelaku usaha, staf Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Trenggalek, penyuluh pendamping, KLT BSN Surabaya, serta tim pelaksana BSIP Jawa Timur.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Koordinator Penyuluh Kabupaten Trenggalek, Kadis Pertanian dan Pangan mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini yang menjadi wahana belajar bersama. Harapannya, hasil yang diperoleh dapat meningkatkan produktivitas padi dan memberikan manfaat bagi kelompok tani lainnya di Trenggalek.
Kepala BSIP Jawa Timur, Dr. Agus Wahyana Anggara, S.Si, M.Si, menegaskan bahwa rangkaian krgiatan Identifikasi Standar Instrumen Pertanian ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Pertambahan Areal Tanam (PAT). Selain itu juga terdapat kegiatan Pendampingan Pengujian Penerapan Standar Instrumen Pertanian melalui penerapan SNI Padi Premium dan Medium. Lebih lanjut beliau juga menyampaikan pentingnya analisis usahatani sebagai dasar rekomendasi pola tanam yang efisien. Hasil FGD nantinya akan digunakan sebagai dokumen usulan revisi SNI, guna mendukung keberlanjutan sektor pertanian.
Dengan dimoderatori oleh Dr. Gunawan, M.Si, dalam sesi materi Kepala KLT BSN Surabaya, Ahmad Faris Abrori, SP memaparkan pentingnya penerapan SNI 8986:2021 (IndoGAP) sebagai panduan dalam pengelolaan pertanian spesifik lokasi, meliputi persyaratan sumber daya, proses pertanaman, hingga pasca panen. Dalam kesempatan yang sama Abu Bakar,S.Pt, MM selaku penjab kegiatan menjelaskan alur identifikasi SIP yang mencakup survei, sosialisasi, demplot, hingga penyusunan rekomendasi revisi SNI.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok yang dipandu oleh L. Restu Bayu N, S.ST, MP guna mendalami aspek sumber daya, seperti kelayakan lahan, kualitas air, varietas benih, hingga kompetensi tenaga kerja dan alat mesin pertanian. Hasil diskusi menekankan pentingnya penggunaan benih adaptif, uji kualitas pupuk organik, serta penerapan pola tanam yang sesuai kondisi lokal.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat penerapan standar instrumen pertanian di Trenggalek, meningkatkan produktivitas padi, dan memberikan kontribusi nyata pada program kedaulatan pangan nasional.